Pendeta Ruth Edwin. foto: youtube
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pendeta Ruth Edwin ternyata selama ini selalu membuat pengakuan-pengakuan sensasi yang provokatif yang membahayakan kerukunan antarumat beragama terutama di Jawa Timur. Buktinya, pendeta Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar Jawa Timur itu bukan hanya ngaku-ngaku cucu pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang sangat dihormati umat Islam Indonesia dan dunia internasional.
Tapi ia juga mengaku-ngaku keturunan KH Syadid Jember. (BACA: tebuireng-pendeta-ruth-ewin-blitar-jawa-timur-akui-telah-berbohong" style="background-color: initial;">Ngaku Cucu Kiai Tebuireng, Pendeta Ruth Ewin Blitar Jawa Timur Akui Telah Berbohong)
BACA JUGA:
- Hari Ini Munas Ikapete dan Festival Pesantren Tebuireng 2026 Digelar
- 3.300 Santri Tebuireng Ikuti Mudik Bareng Idulfitri
- Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama Versi Masehi, Ribuan Peserta Ikut Napak Tilas Bangkalan-Jombang
- Empat Pelawak Sowan Kiai Asep, Tessy Bangkrut karena Narkoba: Kadir Pernah 1 Tahun di Tebuireng?
Hal itu terungkap saat Kordinator Tim Klarifikasi Tebuireng Ustadz Lukman Hakim melakukan klarifikasi kepada pendeta wanita bertubuh gemuk dan berambut sebahu itu. Ia mengaku neneknya yang di Jember adalah anak angkat Kiai Jauhari Jember.
Tapi benarkah pengakuan pendeta Ruth Ewin itu? Ternyata bohong belaka.
Nur Hidayat, wakil sekretaris PWNU Jawa Timur mengaku sempat tabayun (klarifikasi) kepada KH Sadid Jauhari, putra Kiai Jauhari.
Menurut Kiai Sadid yang pengurus PWNU Jatim dan mantan pengurus PBNU bahwa pengakuan pendeta Ruth Ewin itu bohong besar. Malah Kiai Sadid Jauhari menyarankan agar pengakuan-pengakuan bohong pendeta Ruth Ewin itu diproses secara hukum saja.
”Sampean pidanakan saja orang yang ngaku-ngaku kayak gitu,” kata Kiai Sadid Jauhari.






